Menurut Ono, pemerintah juga perlu membangun sistem pelaporan yang cepat, mudah, dan responsif agar masyarakat dapat segera melaporkan setiap kejadian kriminal.
“Masyarakat harus dimudahkan melapor melalui WhatsApp, telepon, media sosial, bahkan menghidupkan kembali pola-pola tradisional seperti kentongan sebagai sistem peringatan dini,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta aparat penegak hukum mengoptimalkan penempatan personel di titik-titik rawan berdasarkan data yang telah dimiliki kepolisian.
“Dengan keterbatasan personel, tentu penempatannya harus lebih efektif di lokasi-lokasi yang memang rawan terjadi tindak kriminal,” katanya.
Lebih jauh, Ono menilai pemerintah perlu memberikan perhatian lebih terhadap pemulihan ekonomi masyarakat sebagai langkah jangka panjang untuk menekan angka kriminalitas.













