Ia pun mendorong masyarakat kembali menghidupkan budaya gotong royong melalui ronda atau siskamling sebagai langkah pencegahan tindak kriminal di lingkungan masing-masing.
“Masyarakat bisa mulai rutin melaksanakan siskamling di wilayahnya masing-masing untuk memastikan lingkungan aman dari pelaku kejahatan,” katanya.
Namun demikian, Ono mengingatkan meningkatnya angka curanmor tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi masyarakat yang sedang menghadapi tekanan.
Berdasarkan data nasional, kata dia, kasus curanmor meningkat sekitar 11,7 persen. Di saat yang sama, jumlah masyarakat yang memanfaatkan pinjaman online juga naik hingga 28 persen.
“Data itu menunjukkan kondisi ekonomi rakyat sedang tidak baik-baik saja. Kita melihat maraknya PHK, inflasi, serta sulitnya masyarakat memperoleh pekerjaan. Kondisi tersebut berpotensi mendorong meningkatnya tindak kejahatan, termasuk curanmor,” ungkapnya.













