Hal tersebut, kata Ono, merupakan pekerjaan rumah kita semua, dalam kerangka terus berupaya mengejewantahkan Pancasila menjadi benar-benar hidup dan menjadi nafas geraknya penyelenggaraan pemerintahan dan negara.
Ia menambahkan, perkembangan sosial di Indonesia menunjukkan telah terjadi polarisasi yang cukup tajam, kelompok Pro Pancasila yang selama orde baru tiarap, tampaknya belum memperlihatkan gerak yang maksikal dalam mengejewantahkan Pancasila, sementara kelompok Pro
“Khilafah yang anti Pancasila, semakin berani terang-terangan melakukan propaganda mereka.
Tidak hanya secara akademik, bahkan gerak politik tersebut juga telah tampak jelas dihadapan kita semua. Apakah kita semua terus diam dan membiarkan mereka semakin besar? Atau kita tampakkan perlawanan yang nyata agar kita semua dapat hidup dengan aman, nyaman dan tenteram dibawah naungan negara yang berasaskan Pancasila, sebagaimana telah kita nikmati selama ini,” terang Ono.













