Ono mengatakan, tentunya kita semua harus mulai maju menampakkan gerak nyata kita.
Pancasila, tegasnya, tidak boleh lagi menjadi jargon saja, Pancasila tak boleh lagi hanya menjadi syarat formal tanpa nilai, Pancasila harus kita dorong benar-benar menjadi nafas setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah disemua tingkatan, dan menjadi nafas penyelenggaraan negara.
Sehingga:
1. Politik identitas, tidak lagi merebak, mengganggu dan merusak sistem demokrasi yang berjalan di republik ini.
2. Krisis kebudayaan ( maraknya budaya” asing tanpa bisa dikendalikan)
3. Ekonomi, pemerataan ekonomi bagi semua masyarakat Indonesia dapat segera terwujud agar kita menjadi bangsa yang berdikari di bidang ekonomi.
4. Perang, setelah sebelumnya Pancasila ditawarkan kepada dunia, ditengah hiruk pikuk ancaman perang dunia ketiga, hendaknya pemerintah kita tetap menjalankan politik bebas aktifnya dan menyerukan perdamaian kepada semua pihak yang saat ini terlibat konflik.













