“Nah makanya nanti kita pun lihat, nanti pun kita lihat misalnya pendapatan asli daerah misalnya, dari pajak kendaraan bermotor. Apakah terpenuhi 100 persen atau bahkan lebih atau misalnya berkurang seperti tahun yang lalu,” tuturnya.
Menurut dia, apabila penerimaan pajak kendaraan bermotor kembali tidak mencapai target, tekanan terhadap kemampuan keuangan daerah akan semakin besar. Situasi tersebut pada akhirnya dapat memicu tertundanya pembayaran pekerjaan yang telah dilaksanakan kontraktor.
Selain mendorong optimalisasi PAD, Ono mengaku masih mengharapkan segera turunnya dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Menurutnya, jika anggaran tersebut cepat cair, maka potensi tunda bayar dapat dihindarkan.
“Kita berharap tambahan dana transfer daerah, mudah-mudahan dibayarkan oleh pemerintah pusat. Nah ini tentunya juga kan menjadi hal yang positif untuk bisa menambah pendapatan Jawa Barat,” harapnya.













