“Diduga dari kios kelapa yang sedang bongkar muat. Kabarnya di situ ada api. Namun yang lebih jelas penyebabnya belum pasti ya, kita nunggu selesai dulu pemadaman,” katanya.
Setelah api padam, Oded baru akan mengevaluasi dan membahas relokasi pedagang yang menjadi korban kebakaran.
“Soal kebakaran, tentu akan kita evaluasi agar tidak kembali terjadi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB), Dadang Iriana mengungkapkan, sebanyak 71 petugas dan 20 unit mobil pemadam dikerahkan sejak Sabtu (18/5/2019) malam. Dugaan sementara, api berasal dari basemen tempat berdagang makanan, sayur mayur, dan lainnya.
“Sulitnya ini pertokoan di dalam itu gelap dan oksigen juga sulit,” kata Dadang.
Sementara itu, Kepala Pasar Kosambi, Septi Sahreza mengatakan, akan segera mendata pedagang setelah api padam. Sehingga pihaknya bisa segera berkoordinasi dan menyiapkan lahan untuk para pedagang berjualan.













