Cimahi, BEDAnews
Menghormati jasa pahlawan atas perjuangannya meraih kemerdekaan negeri ini merupakan sebuah bentuk kepedulian dan bisa dilakukan dengan berbagai cara. jika yang lain melakukannya dengan upacara bendera atau aktivitas lain, Pelukis Cimahi Bahar Malaka dan Jurnalis Cimahi Bubun Munawar akan menggelar peringatan HUT Kemerdekaan dengan kegiatan On The Spot melukis dan menulis di Tugu Nol Kilometer Indonesia, Kota Sabang Aceh. “Kami berdua mengekpresikan peringatan HUT RI melalui karya lukisan dan tulisan. kegatan yang kami lakukan ini bertajuk Nusantara dalam Warna yang dikemas melalui ekpresi seni lukis dan tulisan, ,” kata jurnalis asal Kota Cimahi, Bubun Munawar, Senin (11/8).
Menurutnya, aktivitas ini dilakukan untuk meninspirasi semua elemen bangsa untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) khususnya dikalangan generasi muda. Setelah melakukan kegiatan di nol kilometer kota sabang pada 13 sampai dengan 18 agustus 2014, rencananya kegiatan serupa bakal digelar di nol kilometer kota merauke, karena sabang dan merauke merupakan titk awal dan akhir dari teritorial indonesia.
Menurut kami, kata Bubun, NKRI merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar, jangan ada oknum yang mau memecah belah. Selain NKRI , Bhineka Tunggal Ika sebagai simbol kenakaragaman indonesia dalam bingkai persatuan pun harus dikawal agar persatuan negeri ini tetap utuh. Karenanya thema kegiatan ini adalah Nusa Bangsa Dan Bahasa Indonesia Tetap Utuh . Nusantara dalam Warna merupakan bentuk ekpresi memelihara dan mempertahankan nilai-nilai patriotisme dari sudut pandang seorang pelukis atau jurnalis. Selain, untuk meningkatkan kreativitas dibidang seni lukis dan jurnalistik,” bebernya.
Kami adalah dua warga kota cimahi jawa barat berbeda profesi melakukan kolaborasi untuk sebuah visi persatuan untuk menghasilkan karya lukis dan karya tulis yang diharapkan bisa memberikan kontribusi untuk indonesia. “Meskipun sumbangsihnya dibilang sangat kecil dibandingkan elemen bangsa lainnya,kami berharap hal ini memberikan kontribusi dan inspirasi semangat persatuan dikalangan masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, pelukis eksentrik asal Cimahi Bahar Malaka menyebutkan, nantinya karya lukis berupa biri-biri yang terkelupas kulitnya dan menjadi singa merupakan sebuah gambaran atau metamorfosa dari proses melakukan sikap perubahan dalam kehidupan seorang manusia.dalam lukisan berjudul “the fositively of metamorfosis” berukuran 150 x 120 cm terdapat kain bercorak kotak-kotak warna hitam dan putih. Hal ini merupakan simbol kehidupan, dimana terdapat sisi baik (putih) dan sisi buruk (hitam). Maka dalam menjalankan kehidupan di bumi ini, setiap manusai perlu adanya keseimbangan dalam melakukan proses hidupnya. “lukisan tersebut sudah digarap sekitar 20 % (sketsa) di ruang gambar saya, berlokasi di Jalan Cihanjuang Kelurahan Cibabat Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi. selanjutnya proses finishing akan dilakukan di tugu nol kilometer Kota Sabang,” pungkasnya. (hargib)











