Lama kelamaan satpam pun sepertinya tidak tega dengan mahasiswa kere seperti saya. Empatinya pun perlahan muncul dan dia pura-pura tidak melihat aksi saya. Entah berapa lama hal itu saya lakukan. Yang jelas cukup lama karena saya membaca buku hingga khatam. Tentu saja cara membaca yang tidak biasa ini tidak nyaman karena saya membaca dengan posisi jongkok.
Tentu saja hanya Musashi yang saya baca dengan cara tidak biasa. Selebihnya, saya membaca buku di kampus saat istirahat atau di tempat kos. Walaupun uang saku pas-pasan, saat itu saya bertekad untuk membeli 1-2 buku tiap bulan.
Kadang saya membelinya di Gramedia, kadang di toko buku Sumur Bandung yang lokasinya tak jauh dari alun-alun kota Bandung atau di salah satu buku yang menjual banyak buku impor di Jalan Braga.













