Adapun untuk ilmu bela diri, Musashi sudah menerima cara menggunakan jitte dari sang ayah, hingga Munisai meninggal pada 1592.
Saya sendiri pernah beberapa kali membaca tentang Musashi di koran. Tapi ada masalah, saya tidak bisa rutin membacanya karena saya hanya mampu membeli koran 2 atau 3 kali dalam sepekan. Sebaliknya, saya juga tidak mungkin membeli novel yang kemudian (tahun 1985) dibukukan dalam 7 jilid itu.
*Kere dan kreatif*
Lagi-lagi soal kreativitas. Manusia kere memang harus kreatif. Saya pun pergi ke toko buku Gramedia yang ada di Jl. Merdeka, Bandung dan masih ada hingga saat ini. Di situlah saya pelan-pelan membacanya novel karya Eiji Yoshikawa itu.
Tentu tidak gampang membaca novel di toko buku karena Gramedia bukan taman bacaan. Berkali-kali saya harus main kucing-kucingan dengan satpam toko. Kadang saya bisa menghabiskan waktu beberapa jam menikmati halaman demi halaman dengan aman. Adakalanya saya tertangkap basah oleh satpam. Kalau sudah begitu, saya diminta berdiri disertai sedikit omelan karena membuka plastik pembungkus buku.













