Beliau menambahkan bahwa, pendekatan berlandaskan agama dan budaya lokal sangat efektif dalam upaya pencegahan, serta dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di tingkat akar rumput. “Melalui pesantren, kita membangun ketahanan diri dan keluarga dari narkoba. Ini bukan hanya tugas BNN, tetapi tugas seluruh elemen bangsa. Dan pesantren adalah benteng terakhir moralitas anak bangsa,” tuturnya.
Sebagai tuan rumah, KH. Muhammad Sofie Al Mubarok menyatakan antusiasmenya atas kehadiran Kepala BNNP dan tim.
Ia menegaskan bahwa, Ponpes Sirojuth Tholibin berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi nasional dalam melawan bahaya narkoba. “Kami di pesantren siap menjadi mitra BNN dalam jihad melawan narkoba. Kami tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membentengi akhlak santri dari pengaruh buruk di luar,” ungkap Kiai muda yang memiliki kedekatan dengan santrinya.












