Pemimpin menentukan apakah institusi bekerja, apakah kritik diterima sebagai koreksi, apakah jabatan dipandang sebagai amanah, dan apakah hukum menjadi panglima.
Karena itu, kepemimpinan era konvergensi membutuhkan lebih dari sekadar keberanian mengambil keputusan. Ia membutuhkan keberanian moral: berani mendengar, berani dikoreksi, berani mengakui kesalahan, dan berani menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan kelompok.
Keberanian tertinggi bukan selalu keberanian menghadapi lawan, tetapi keberanian mengatakan benar ketika benar dan salah ketika salah, termasuk ketika kesalahan itu dilakukan oleh orang dari lingkungan sendiri.
Pelajaran tersebut dapat direnungkan dari perjalanan Izetbegović. Dokumentasi mengenai pemikirannya menempatkan kebebasan, demokrasi, hukum, dan martabat manusia sebagai unsur penting kehidupan bernegara.













