Atas kondisi ini, Gerindra dan GEKIRA Sumut mengajak seluruh pihak menjaga suasana tetap kondusif serta tidak menggiring persoalan internal kampus ke arah politisasi maupun narasi yang berpotensi memicu perpecahan.
“Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi provokatif maupun bernuansa SARA terkait persoalan Chapel USU. Seluruh pihak berharap, penyelesaian persoalan dapat dilakukan melalui dialog, komunikasi yang sehat, dan semangat kekeluargaan,” sebut John Sari.
John mengatakan, usai pertemuan tersebut mereka memahami secara utuh persoalan yang ada. Mereka berharap publik juga dapat memahami persoalan yang ada secara utuh, sehingga tidak terprovokasi dengan isu yang lain. (Red).













