Dalam pertemuan itu kata John, para pihak yang hadir juga menjelaskan bahwa, Chapel USU merupakan fasilitas kerohanian kampus yang melayani berbagai denominasi Kristen dan bukan gereja di bawah lembaga gerejawi tertentu. Chapel selama ini digunakan sebagai pusat kegiatan ibadah, pembinaan iman, hingga sekretariat bersama Unit Kegiatan Mahasiswa Kristen.
Selain itu, dijelaskan pula bahwa, pihak universitas tidak pernah memberikan izin perubahan status Chapel USU menjadi gereja. Meski demikian, USU disebut tetap membuka ruang bagi pelaksanaan kegiatan ibadah dan aktivitas keagamaan mahasiswa Kristen di lingkungan kampus.
Dengan jumlah mahasiswa Kristen yang diperkirakan mencapai lebih dari 9.000 orang, kebutuhan akan fasilitas kerohanian yang lebih representatif dinilai menjadi hal penting dalam mendukung kehidupan akademik dan spiritual mahasiswa.













