Ia menilai, persoalan utama bukan semata-mata berada pada lembaga survei, melainkan pada dugaan adanya pihak ketiga yang mengelola jaringan enumerator di berbagai daerah.
Menurut Muslim, dugaan ketergantungan terhadap jaringan yang sama, maka independensi proses pengumpulan data dapat dipertanyakan. Akibatnya, hasil survei yang dipublikasikan oleh berbagai lembaga berpotensi menunjukkan kecenderungan yang hampir identik.
“Dugaan permainan bukan terjadi di lembaga surveinya, melainkan pada pihak yang mengelola jaringan surveyor. Mereka diduga memiliki kemampuan mengatur proses pengambilan data sehingga angka-angka yang dihasilkan tampak seolah-olah berasal dari pengambilan sampel yang benar, padahal kualitas pelaksanaannya dipertanyakan,” katanya.













