Muslim Arbi menekankan bahwa, transparansi merupakan syarat utama agar lembaga survei tetap memperoleh kepercayaan masyarakat.
Ia mendorong setiap lembaga survei membuka secara rinci metodologi penelitian yang digunakan, mulai dari teknik pengambilan sampel, jumlah responden, waktu pelaksanaan survei, margin of error, tingkat kepercayaan, hingga mekanisme pengawasan terhadap kerja enumerator di lapangan.
Selain itu, Muslim menilai, penting adanya penjelasan mengenai proses validasi data untuk memastikan bahwa wawancara benar-benar dilakukan sesuai prosedur dan tidak sekadar berdasarkan laporan administratif.
Menurutnya, semakin terbuka sebuah lembaga survei terhadap metodologi dan proses audit internalnya, semakin mudah pula publik menilai kualitas hasil survei yang dipublikasikan. (Red).













