“Jadi memang belum patuhnya petani dalam kalender tanam juga jadi persoalan. Karena musim kemarau kan harusnya tanamnya bergantian agar bisa mengatur penggunaan air. Tapi masih ada yang paksa tanam bersamaan,” tutur dia.
Kekeringan biasanya terjadi di wilayah utara setiap musim kemarau. Meski begitu, ia memastikan sumber air di waduk Jatigede dan Jatiluhur masih ada untuk beberapa bulan mendatang.
Hanya saja, pembagiannya diatur agar semua sawah terairi. Sebab, suplai air tidak akan sebesar saat musim hujan.
“Jadi kita akan mengawal pembagian air. Nanti ada petugas palang pintu air, membantu gilir pasokan air. Biar semuanya bisa tetap terairi,” tandasnya. [mae]













