“Sekarang AFI rata-rata sudah terakreditasi Unggul. Tetapi apa setelah Unggul? Apakah jumlah mahasiswa meningkat? Kalau AFI tidak disukai orang, itu tanggung jawab kita untuk membalik opini tersebut,” ujarnya tajam.
Sindiran ini menjadi cermin, bahwa status Unggul di atas kertas belum berbanding lurus dengan animo mahasiswa dan kebermanfaatan ilmu di tengah masyarakat.
Ketua Panitia, Maman Lukmanul Hakim, menyebut Munas kali ini harus menjadi titik balik kolaborasi nasional.
“Tanpa kolaborasi kita akan pusing sendiri. Dengan kolaborasi, tantangan seberat apapun akan cepat terlewati,” pungkasnya.
Munas ASAFI 2026 sendiri selain menggelar simposium akademik, juga mengagendakan laporan pertanggungjawaban pengurus lama dan pemilihan Ketua ASAFI baru, untuk merumuskan kurikulum nasional AFI yang tidak lagi alergi terhadap logika dan filsafat.*** Harry Raspati













