“Perbedaan organisasi, mazhab, pandangan keagamaan, bahkan kemungkinan perbedaan penetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal, tidak boleh merusak Ukhuwwah Islamiyah. Kita harus mengedepankan tasamuh, tabayyun, saling menghormati, dan kedewasaan dalam beragama,” tegasnya.
Dukungan Akademisi dan Rencana Penerbitan Buku

Direktur Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag., menyatakan komitmen kampus untuk terus mendukung dan memfasilitasi kegiatan MUI Jabar, khususnya kegiatan ilmiah, kajian keislaman, dan dialog keumatan.
“Ukhuwwah Islamiyah berperan penting memajukan umat dan bangsa. Kemajuan tidak hanya butuh ilmu dan teknologi, tetapi juga persatuan, kepercayaan, dan kemampuan berkolaborasi,” ujarnya.
Diskusi berlangsung dalam dua sesi.Sesi I dimoderatori Prof. Dr. Akmaliyah, M.Ag. dengan narasumber: Prof. Dr. KH. Ahmad Kholiq (PUI), Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto (Muhammadiyah), Dr. KH. Nandang Koswara, M.Pd. (Sarekat Islam), dan Prof. Engkos Kosasih, Ketua Prodi Ilmu Hadits Pascasarjana UIN SGD Bandung.













