Tasikmalaya.BEDAnews –
Pendidikan kerohanian (agama Islam) merupakan pondamen bagi generasi penerus, itulah yang dikatakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Buniasih, Ust Jajang Abd Rohman kepada BEDAnews.com saat gelaran Musabaqah Anak Diniyah tingkat Desa Buniasih di Aula Desa Buniasih, Selasa (24/6/2014).
Lanjutnya kegiatan dilaksanakan sekaligus dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan 1435 H, dan lebih menyemarakan syiar Islam itu, bukan hanya arah bagi anak yang menjadi peserta lomba untuk mendapatkan hadiah penghargaan saja namun bagai mana mereka bisa termotivasi untuk mempelajari dan mengamalkan (dalam keseharian) ilmu agama baik yang ditimbanya pada sekolah Diniyah maupun Sekolah Formal.
Gelaran lomba bertemakan Ciptakan Karakter Anak Bangsa yang Religius Islami diikuti peserta putra-putri kategori usia 7-9 tahun, dan 10-12 tahun, dengan cabang lomba Musabaqah Tilawatil Quran, MQT, pidato, tahfidz, dan cerdas cermat, lomba di laksanakan satu hari itu di dua tempat berbeda yaitu di Aula Desa Buniasih dan Kampus SDN Buniasih diikuti 125 anak Sekolah Diniyah perwakilan dari 6 kampung se Desa Buniasih, memperebutkan Piala Bergilir MUI Desa Buniasih, uang pembinaan, alat tulis serta kitab, dengan pendanaan dari swadaya warga, dan donatur Agnia.
Sementara itu Kades Buniasih, Engkos mengatakan membangun desa bukan inprastruktur saja namun karakter masyarakat khususnya anak harus dibentuk juga,membangun pendidikan, lanjutnya sebagai pengemban amanah dari masyarakatnya untuk membangun desa dalam hal ini memanfaatkan moment dengan sebaik-baiknya dalam kiprah membangun, kalau tidak dimulai dari sekarang membangun karakter generasi penerus kapan lagi, mereka generasi penerus harapan harus dibekali pendidikan agamanya karena akan menentukan maju mundurnya pembangunan dimasa mendatang, ujar Eengkos. (abraham)