Bandung, BEDAnews-
Lemahnya penegakan hukum di Indonesia banyak berdampak terhadap tatanan kehidupan masyarakat. akhirnya bangsa Indonesia jadi kehilangan jatidiri yang sudah dimiliki sejak turun temurun.Padahal kekayaan budaya dan adat istiadat bisa menjadi ketahanan bagi bangsa ini untuk tidak bergantung kepada negera-negara lain. Hal itu diungkapkan pegiat budaya asal Bali Ida Cesillia, dalam dikusi Komunitas Budaya di Bandung, Selasa (24/6) malam.
Kurangnya memahami adat dan budaya masa lalu sebagai referensi dalam melakukan pengelolaan pemerintahan, mengakibatkan kondisi bangsa ini menjadi terpuruk dan mengalami krisis multidimensi. “Kita memiliki sekitar 720 adat yang ada di seluruh Nusantara dengan aneka ragam potensi dan etika yang luhur, hal itu sebenarnya bisa dijadikan bahan rujukan dalam mengembangkan tatanan pemerintahan di Indonesia, namun kenyataannya hal itu seringkali dilupakan sehingga uang menjadi segala-galanya,” sebut dia.
Dikatakannya, dulu semangat demokrasi yang diwujudkan dalam bentuk gotong royong dan musyawarah, sekarang lama kelamaan sudah mulai pudar, sehingga demokrasi dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat seakan berganti menjadi dari uang oleh uang dan untuk uang, karena pemerintahan kita sekarang sangat tergantung kepada negara donor. Padahal jika budaya bangsa ini dipelihara akan menjadi kekuatan yang besar dan menjadi daya tarik bagi negara lain untuk melakukan kerjasama diberbagai bidang, karena jika dibandingkan dengan negara negara lain didunia ini, Indonesia merupakan negara yang unik dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah.
Dia melanjutkan, fenomena yang terjadi saat ini adalah rusaknya tatanan kehidupan dan ekosistem akibat dirusaknya sumber daya alam yang ada. “Di sejumlah daerah, seperti Bandung atau kota lainnya, kita lihat saja banyak gunung yang dirusak dan berubah fungsi menjadi lahan perumahan atau industri, padahal gunung merupakan sumber kehidupan bagi ekosistem dilingkungan sekitarnya, kita tidak sadar jika lingkungan ini dibiarkan rusak maka akan menjadi malapetaka bagi manusia, seharusnya hal itu dijaga dan dilestarikan karena gunung bisa menjadi sumber air untuk kebutuhan hajat manusia,” paparnya.
Agar kondisi ini tak terus larut, kata Ida, maka pemimpin Indonesia masa depan haruslah orang yang berani menjadikan hukum sebagai panglima, bisa bersikap tegas dan berani salah. Yang terjadi saat ini justru politiklah yang menjadi panglima, sehingga bangsa ini dikhawatirkan akan terpecah belah jika kondisi ini tidak segera dibenahi. “Penegakan hukum yang lemah dan pemimpin yang tidak tegas mengakibatkan berbagai persoalan melilit bangsa ini yang berujung terjadinya korupsi disemua lini kehidupan dan mengakibatkan kesengsaraan rakyat,” pungkasnya. (bun)











