Bandung, BEDAnews
Kegiatan Militansi Kader Muhammadiyah melalui Pelatihan Struktural Wilayah Jawa Barat, Jakarta dan Banten diharapkan bisa membentuk kader-kader Muhammadiyah yang tangguh dan mampu memecahkan setiap problematika umat dan bangsa.
“Tantangan ke depan semakin berat, kader Muhammadiyah dituntut pro aktif terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan bangsa,” demikian diungkapkan Ketua pelaksana pelatihan, Ust. Dede Kurniawan, S.Th,I, Rabu, (21/3) di Hotel Poster Bandung.
Keberadaan Muhammadiyah menurut Dede, selalu terbuka bagi siapapun. Masalah perbedaan bukan menjadi kendala dan perpecahan, tapi, dengan perbedaan itu bisa membangun satu kekuatan dalam satu perjuangan. “Muhammdiyah tidak eksklusif, kami merangkul semua perbedaan, karena perbedaan itu rahmat,“ ungkapnya.
Diungkapnya pula bahwa tangtangan kedepan semakin berat, maka semua perbedaan merupakan satu potensi yang harus diberdayakan untuk jalan dakwah. ”Landasan dakwah tetap kepada Sunah Rosul dan Alquran, perinsif inilah yang wajib kita pegang,“ katanya.
Melalui kegiatan ini, pihaknya menargetkan bisa melahirkan 1000 penggerak kader yang mampu melakukan pelatihan di kota/kabupaten di provinsi Jawa Barat, Jakarta dan Banten. (hargribs)











