Dalam sejarah mereka, belum tercatat adanya pengembangan atau eksplorasi di wilayah pegunungan pesisir, karena lautan dan jalur air telah lama menjadi fondasi kehidupan mereka.
Sebaliknya, masyarakat pegunungan memiliki hubungan yang dalam dengan tanah yang telah mereka garap sejak zaman leluhur. Sejarah panjang agrikultur di wilayah pegunungan ditandai dengan jejak kebun-kebun yang mencerminkan aktivitas pertanian yang terus berlanjut hingga hari ini.
Pertanian menjadi pusat kehidupan masyarakat pegunungan, dan tanah yang mereka garap menjadi bagian integral dari identitas serta keberlangsungan hidup mereka.
Dalam konteks ini, MRP tidak boleh hanya berfokus pada satu kelompok dan mengabaikan kelompok lain. Sebagai lembaga yang seharusnya merangkul seluruh masyarakat Papua Tengah, MRP harus berperan sebagai “Bapa” yang adil.













