Ketahanan Ekologis sebagai Model Masa Depan
Diskusi juga menyoroti kemampuan masyarakat adat dalam membangun ketahanan ekologis. Pola tanam berbasis kalender adat, perlindungan kawasan hutan, pengelolaan sumber daya air, serta sistem cadangan pangan tradisional terbukti mampu menjaga keseimbangan ekosistem dan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana maupun perubahan iklim.
Dalam konteks ini, penelitian tentang mobilitas masyarakat dan ketahanan ekologis pangan dipandang sangat penting untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan model pembangunan desa yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
Komitmen Kolaborasi
DPMD Kabupaten Sukabumi menyambut baik keterlibatan perguruan tinggi, BRIN, dan berbagai lembaga penelitian dalam mengkaji masyarakat adat. Pemerintah daerah membuka peluang kerja sama melalui berbagai program penelitian, pemberdayaan masyarakat, penguatan ketahanan pangan, pengembangan desa tangguh bencana, digitalisasi desa, serta penguatan ekonomi berbasis kearifan lokal. Melalui kolaborasi multipihak tersebut, Kabupaten Sukabumi berharap nilai-nilai luhur masyarakat adat tidak hanya terjaga, tetapi juga mampu menjadi inspirasi bagi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.













