Nabi SAW pernah memberikan isyarat bahwa kehadirannya pada 10 hari terakhir, khususnya pada malam-malam ganjil (HR Bukhari). Beliau pun iktikaf di masjid dengan memperbanyak zikir, doa, dan tilawah Alquran. Namun, apakah orang-orang yang iktikaf dengan sendirinya akan mendapatkannya?Tentu bukan jaminan karena sangat bergantung pada kesiapan diri sejak awal Ramadhan dengan berbagai amal saleh.
Oleh karena itulah, turunnya Lailatul Qadar di 10 malam terakhir bisa dipahami karena orang-orang beriman sudah menyiapkan diri selama 20 hari sebelumnya. Bukan hanya menanti di malam ganjil, tapi pergi atau abai di malam genap. Dengan itu, Quraish Sihab. menekankan hal penting yang harus diperhatikan agar seseorang jangan hanya pasif menunggu malam Lailatul Qadar, tetapi keistimewaan malam tersebut harus direngkuh secara aktif dengan sejumlah ibadah. Untuk bertemu malam Lailatul Qadar, seseorang harus bisa mempersiapkan diri sedari awal Ramadhan.













