• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Momen HARDIKNAS: Mengenang Ajaran dan Perjuangan Ki Hadjar Dewantara yang Terlupakan » Halaman 2

Momen HARDIKNAS: Mengenang Ajaran dan Perjuangan Ki Hadjar Dewantara yang Terlupakan

Hargib by Hargib
7 Mei 2022
in Tak Berkategori
0
Prof.Dr.Ahmad Rusdiana, Guru Besar Manajamen Pendidikan.(dok.Photo Istimewa)

Prof.Dr.Ahmad Rusdiana, Guru Besar Manajamen Pendidikan.(dok.Photo Istimewa)

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam catatan sejarahnya, Ia mulai mencurahkan pikirannya pada pendidikan pasca diasingkan ke Negeri Belanda karena kritiknya yang berjudul Als Ik een Nederlander was (seandainya aku orang Belanda). Kala membangung sekolah taman siswa Ki Hajar Dewantara memakai semboyan ”ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, tut wuri handayani” (Di depan seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik). Hingga saat ini semboyan milik Ki Hajar Dewantara selalu dikenal dalam dunia pendidikan Indonesia dan masyarakat.

Tidak hanya itu, ada salah satu ajaran Ki Hadjar Dewantara yang sering dilupakan disebut dengan ajaran ”Neng Ning Nung Nang” hal itu, tidaklah bisa dilepaskan dari sejarah yang melatar-belakangi lahirnya ajaran tersebut. Ketika Ki Hadjar pulang dari masa pembuangan sebagai tahanan politik di Negeri Belanda, waktu itu masih bernama RM Suwardi Suryaningrat, merupakan titik balik strategi perjuangannya sebagai patriot bangsa yang semula bergerak di bidang politik beralih ke bidang pendidikan dan kebudayaan. Ki Hadjar mendapatkan pencerahan selama masa pembuangan bahwa untuk meraih kemerdekaan dari penjajahan kolonial Belanda tidaklah cukup hanya melalui jalur politik, maka perlu difikirkan dan diperjuangkan lewat jalur pendidikan dan kebudayaan.

BeritaTerkait

Tim Wasev TMMD Ke-130 Dengarkan Aspirasi Warga Kampung Yamboi

7 November 2026

Penuh Keceriaan, Tim Wasev TMMD Ke-130 Ajak Anak-Anak Kampung Yamboi Foto Bersama

7 November 2026
Page 2 of 6
Prev123...6Next
Previous Post

Kadispenad: Informasi Menyesatkan Terkait Mekanisme Pengadaan Alutsista TNI AD

Next Post

Tinjau Arus Balik di Bakauheni, Kapolri Minta Masyarakat Manfaatkan WFH dan Libur Sekolah

Related Posts

TNI-POLRI

Tim Wasev TMMD Ke-130 Dengarkan Aspirasi Warga Kampung Yamboi

7 November 2026
TNI-POLRI

Penuh Keceriaan, Tim Wasev TMMD Ke-130 Ajak Anak-Anak Kampung Yamboi Foto Bersama

7 November 2026
TNI-POLRI

Wujud Kepedulian TNI, Tim Wasev TMMD Ke-130 Bagikan Sembako kepada Warga Kampung Inden

6 November 2026
TNI-POLRI

TNI Perkuat Kompetensi Perwira, Siapkan Aparat Teritorial Pendukung Pembangunan

6 November 2026
TNI-POLRI

Pimpin Langsung Pemasangan Pipa Air Bersih, Dan SSK TMMD Ke-130 Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

6 November 2026
TNI-POLRI

119,32 Hektare Kawasan TNKS Terdampak Tambang Emas Ilegal, Satgas PKH Turun Tangan

6 November 2026
Next Post

Tinjau Arus Balik di Bakauheni, Kapolri Minta Masyarakat Manfaatkan WFH dan Libur Sekolah

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021