KAB. BANDUNG || bedanews.com — Ormas Manggala Garuda Putih (MGP) merencanakan akan menggeruduk Dinas Sosial dan Kantor BNI Cabang Kabupaten Bandung, Rabu 15 Desember 2021, terkait dugaan penyelewengan anggaran penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Ketua DPC MGP, Robby Anbia Somantri, mengatakan, pada aksinya nanti, ia akan menyampaikan aspirasi di depan publik dalam bentuk unjuk rasa untuk meminta kejelasan dari Dinsos mengenai penyelenggaraan BPNT yang dianggapnya tidak sesuai dengan peruntukkan dan berorientasi pada tindakan penyelewengan anggaran.
“Kami sudah mengantongi data berikut informasi dilapangan. Banyak warga Kelompok Penerima Manfaat tidak menerima bantuan juga tetjadi pemotongan,” katanya melalui telepon.
MGP akan menuntut pertanggung jawaban Dinsos, menurutnya data penerima KPM semrawut dan acak-acakan sehingga harus segera dibenahi agar bisa valid. Dan masyarakat tidak merasa dirugikan dengan hal itu.
Robby menyebutkan, kalau MGP mendapatkan aspirasi langsung dari warga Kecamatan Cimenyan dan Cikancung, bahwa beras yang diterima warga yang semestinya premium malah beras medium. Kenyataan ini merupakan salah satu bukti kalau pengadaan beras yang dibagikan kwalitasnya sangat rendah juga harganya pun lebih murah.
“Bila tidak terjadi tindak lanjut dari Dinsos mengenai hal tersebut, MGP akan melaporkan persoalan tersebut kepada pihak berwenang untuk di proses lebih lanjut. Termasuk kepada BNI yang disinyalir ada terjadi pemotongan,” tegas Robby.
Sementara Biro Hukum MGP, Ijudin Rahmat, menambahkan, semua data sudah dipersiapkan. Selanjutnya MGP akan menunggu reaksi langsung dari Dinsos dan BNI, apakah hal ini akan dibiarkan atau sebaliknya. “Jadi kami hanya menunggu jawabannya dari kedua pihak itu,” pungkas Ijudin.***













