Artinya : “Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bekerja” (HR. Baihaqi dari Salim dari bapaknya).
Hadis ini jelas memberi apresiasi kepada setiap muslim yang bekerja dan berusaha. Islam membenci umatnya yang menganggur dan berpangku tangan menunggu belas kasihan orang lain. Sahabat Umar ibn Khattab pernah berkata, saya benci melihat salah seorang diantara kalian menganggur tidak melakukan pekerjaan yang menyangkut dunianya tidak pula kehidupan akhiratnya. Islam tidak pernah membatasi jenis pekerjaan seseorang, yang penting halal. Islam juga tidak pernah mengukur kualitas pekerjaan dari hasilnya tapi dari sisi kontinuitasnya, seperti dalam sebuah hadis: Artinya: “Bekerjalah semaksimal mungkin yang kamu bisa lakukan, karena sesungguhnya Allah tidak pernah bosan sampai kalian bosan sendiri. (HR. Abu Dawud dari ‘Aisyah)”.













