Seorang Muslim yang beretos kerja memang harus berorientasi masa depan. Tetapi jika orientasinya terbatas di dunia, maka akan melahirkan sikap-sikap yang kontraproduktif dari kesungguhan bekerja. Sikap ini hanya akan melahirkan para pekerja-pekerja keras yang berjiwa sekuler. Bahkan bukan mustahil cenderung serakah, dan egois.
Kedua: Kerja Keras; Anjuran al-Qur’an untuk bekerja keras bisa dipahami dari firman Allah subhanahu wata’ala pada surat At-Taubah ayat 105,
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bekerjalah! Maka, Allah, rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu. Kamu akan dikembalikan kepada (Zat) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Lalu, Dia akan memberitakan kepada kamu apa yang selama ini kamu kerjakan.” (QS. al-Taubah [9]:105).













