Bekerja dan berusaha adalah sesuatu yang sangat mulia. Bekerja apa saja asal dengan jalan yang benar dan halal disertai dengan tidak mengabaikan kewajiban kepada Allah subhanahu wata’ala dan tidak melupakan kepentingan akhirat. Sebab tidak sedikit orang yang bekerja mencari kekayaan duniawi tetapi melupakan kepentingan dan keselamatan ukhrawi. Karena sibuk bekerja sehingga mereka rela meninggalkan kewajiban kepada Tuhannya, seperti shalat, puasa, zakat, dan lain sebagainya.
Islam mendorong umatnya untuk bekerja agar menjadi manusia mulia dan mandiri serta tidak membebani orang lain. Oleh karena itu bekerja tercatat sebagai ibadah karena sebagai bukti menjalankan perintah Allah subhanahu wata’ala. Islam menghendaki agar kita sebagai muslim hendaknya memiliki etos kerja agar kerja kita tidak sekedar memperoleh hasil maksimal tapi juga ada tujuan yang lebih mulia dan esensial yaitu munculnya keyakinan kuat bahwa setiap usaha atau pekerjaan apa pun akan berakhir menuju Allah subhanahu wata’ala. Ada beberapa ciri umum yang bisa dijadikan ukuran apakah kita memiliki etos kerja tinggi atau rendah, diantaranya:













