Garut, BEDAnews
Sebanyak 13 Kepala Keluarga (KK) bertahan di pengungsian menghindari bahaya bencana longsor tanah tebing kawasan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang terjadi Senin (20/5/2013) lalu.
"Longsor kemarin Senin (20/5/2013) yang terjadi berulang-ulang itu sangat membahayakan warga sehingga kami meminta warga untuk mengungsi, takut terjadi longsor susulan," kata Camat Cilawu, Lilis Neti, Rabu (22/5/2013).
Menurut dia, tanah tebing berketinggian sekitar 75 meter dan panjang 300 meter rawan terjadi longsor susulan yang dikhawatirkan menimpa rumah warga. Untuk itu pihak kecamatan telah menginstruksikan warga untuk tetap mengungsi dan melarang mendekati lokasi longsor hingga situasi dinyatakan aman dari bencana longsor.
"Sekarang lokasi longsor dipasang garis polisi sebagai garis larangan masuk ke lokasi longsor, karena berbahaya, apalagi sampai sekarang longsor kecil masih terjadi," katanya.
Sementara itu rumah warga di kampung itu tampak kosong, sebagian besar perabotan dan barang berharga dalam rumah itu dibawa oleh para pemiliknya ke tempat pengungsian. Warga mengungsi ke rumah sanak saudara, tetangga, dan menempati garasi mobil warga yang daerahnya aman dari ancaman bahaya longsor.
Kecamatan setempat telah koordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan menangani warga yang rumahnya terancam bencana longsor. "Kami sudah koordinasikan dengan beberapa dinas terkait dalam penanggulangan bencana longsor ini, mungkin rencananya rumah warga akan direlokasi," kata Lilis. (Yanti)











