Surat Balfour itu menunjukkan betapa arogansi orang asing yaitu Inggris yang tidak memiliki hak atas tanah Palestina. Lalu menyerahkannya kepada seorang Zionis Yahudi asing yang juga tidak memiliki hak untuk memilikinya.
Itu semua merupakan bagian dari bagaimana Zionis Internasional yang secara khusus memang memiliki tujuan untuk merebut Palestina, Yerusalem, dan Masjidil Aqsha agar berada di dalam kekuasannya. Secara lebih luas lagi, Zionis hendak menguasai dunia dan mempengaruhi dunia melalui berbagai konspirasi yang dilakukannya.
Dalam salah satu Pasal Protokolo Zionis antara lain disebutkan, demi tujuan segala cara boleh dilakukan. Siapa pun yang ingin berkuasa, dia mestilah meraihnya dengan licik, pemerasan, dan pembalikkan opini. Keluhuran budi, etika, moral, dan sebagainya adalah keburukan dalam dunia politik.











