Sumenep, BEDAnews
Momentum Tahun Baru, menjadi inspirasi banyak orang untuk berbagi dengan sesama. Seperti dilakukan warga Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng Sumenep Madura, yang berbekal tekad dan keinginan mencerdaskan anak bangsa, menggagas pendirian perpustakaan di wilayahnya.
“Bertepatan dengan momentum tahun baru 2013, kami Perpustakaan Arena Pon Nyonar, selama sebulan, telah melewati proses penggalangan dana untuk pendirian Perpus dan pengumpulan buku bacaan dari semua kawan-kawan di Indonesia dan Taiwan,” kata Fendi ‘Kachonk’ Effendi, sang pengagagas lewat rilis yang diterima BEDAnews, Kamis (3/1).
Aktivis muda ini, dengan segala kerendahan hatinya menyampaikan terima kasih kepada yang peduli atas gerakannya, dan berharap serta berdoa semua kebaikan semua kawan-kawannya, perpustakaan ini berkembang dan bermaanfaat bagi masyarakat Sumenep.
Animo warga untuk mendatangi lokasi perpustakaan pun sudah cukup tinggi, meski belum ada rak, warga setempat sudah mulai mendatangi perpustakaan Arena Pon Nyonar. “Kami mulai memindahkan buku ke Taman Baca, meski belum ada rak tapi kami mulai bersih-bersih dan siap menerima dengan baik warga disini,” terang dia.
Hal yang sama disampaikan Cindy Nur Fitri, seorang aktivis social di Jogyakarta asal Cimahi. Menurut dia, perpustakaan ini dinamakan Arena Pon Nyonar artinya dalam bahasa Madura adalah Matahari Telah Terbit berlokasi di Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, Sumenep, Madura proses pembangunannya dilakukan selama sebulan dan selesai tanggal 1 Januari 2013.
“Perpustakaan ini didirikan untuk meningkatkan kesadaran dan minat baca warga sekitar, penggagasnya Mas Efendi yang juga pegiat Asosiasi Tenaga Kerja Indonseia (ATKI) Madura, pendirian perpustakaan juga hasil sumbangan dari kawan-kawan, dengan jumlah buku saat ini sekitar 300 buku, sedang diupayakan agar bisa mencapai seribu buku,” jelasnya.
Dikatakan Cindy, dia mengenal Effendi waktu di acara Konsolidasi Serikat Buruh Migran Indonesia. Fendi menghubungi dan minta bantuan untuk menambah koleksi buku, makanya gerakan 1000 buku yang sempat vakum, kemudian diaktifkan lagi.
“Alhamdulillah sudah banyak yang berminat untuk menyumbang dari Sumenep, Jogja, Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Cindy juga tetap dibantu rekan-rekan yang kemarin (Paramesty Larassita, Kemuning Panggita, Dini Hapsari, Elvira Purbaningtyas),” katanya.
Targetnya semoga taman baca Arena Pon Nyonar bisa memiliki 1000 buku dan bisa bermanfaat bagi wagra sekitar. Sejauh ini tidak memasang waktu, hanya harapan agar sumbangan bisa mencapai 1000. Melalui akun Facebook dan twitter, gerakan ini mulai dipublikasikan, tandasnya. (*/Bubun M)











