• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Menteri Terkejut, APK Pendidikan Jabar Rendah

Menteri Terkejut, APK Pendidikan Jabar Rendah

Asep Budi by Asep Budi
13 Juni 2012
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, BEDAnews

Angka partisipasi kasar (APK) pendidikan di Jawa Barat saat ini hanya 59 persen, jauh di bawah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Artinya dari 100 orang yang sekolah di SMP, 41 orang diantaranya tidak melanjutkan ke Sekolah tingkat lanjutan.

Keadaan ini mendapat tanggapan dari komisi E DPRD Jawa Barat yang menangani masalah pendidikan. “Gubernur, jangan selalu melihat sisi infrastruktur saja. Selama ini gubernur bilangnya RKB (Ruang Kelas Baru) saja, tapi di sisi lainnya ditinggalkan, salah satunya hal ini (APK pendidikan)," kata Ketua Komisi E DPRD Jawa Barat Didin Supriadin, Rabu, (13/6) di Bandung.

Hal ini disampai Didin, menanggapi pernyataan keterkejutan Mendikbud M. Nuh terhadap angka partisipasi kasar pendidikan di Jawa Barat yang rendah, dibandingkan dengan Jateng dan Jatim.

BeritaTerkait

Koops TNI Habema Amankan Tujuh Senjata dalam Operasi Gabungan di Yahukimo

7 November 2026

Tim Wasev TMMD Ke-130 Tinjau Pembangunan MCK, Pastikan Fasilitas Sanitasi Warga Yamboi Berkualitas

7 November 2026

Didin  merasa aneh, mengapa APK pendidikan di Jawa Barat bisa lebih rendah dibandingkan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kenapa bisa,? ”Ibaratnya kalah sama provinsi tetangga seperti Jatim dan Jateng. Padahal di Jabar ini banyak perguruan tinggi berkualitas. Teknis ada ITB, agama ada UIN, pertanian ada IPB. Tapi kenapa APK pendidikannya bisa rendah," ujar Didin.

Komisi E, lanjut Didin tidak akan menyalahkan pihak mana yang salah, terkait APK pendidikan di Provinsi Jabar, namun hal ini juga menjadi tugas dari Dinas Pendidikan Jabar agar APK pendidikan bisa meningkat.

“Teliti  faktor yang menyebabkan APK pendidikan di Jabar rendah. Disdik harus bisa mengevaluasi dan mencari solusinya seperti apa," ujarnya. (Hermanto)

Previous Post

Hijab Festival 2012, Dibuka Walikota Bandung

Next Post

Jamsostek Bandung 1, Sosialisasikan PP. No. 53 Thn 2012

Related Posts

TNI-POLRI

Koops TNI Habema Amankan Tujuh Senjata dalam Operasi Gabungan di Yahukimo

7 November 2026
TNI-POLRI

Tim Wasev TMMD Ke-130 Tinjau Pembangunan MCK, Pastikan Fasilitas Sanitasi Warga Yamboi Berkualitas

7 November 2026
TNI-POLRI

Danpaspampres Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha: Mengawal Presiden Sebagai Kepala Negara, Tanggung Jawab Besar

7 November 2026
TNI-POLRI

Tim Wasev TMMD Ke-130 Terjang Medan Terjal, Pastikan Sumber Air Bersih Warga Yamboi

7 November 2026
TNI-POLRI

Perkuat Toleransi, Kapolres Demak Bangun Sinergi dengan Jemaat GKJ

7 November 2026
Ragam

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026
Next Post

Jamsostek Bandung 1, Sosialisasikan PP. No. 53 Thn 2012

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021