Ia menjadi penerima bantuan PKH sejak tahun 2015 silam.
Suminah sendiri mengaku berat untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sebelum mendapatkan bantuan PKH dari pemerintah.
“Saya bersyukur ada bantuan PKH sehingga bisa meringankan biaya sehari-hari. Ya kalau dibilang kurang memang kurang karena penghasilan suami tidak mencukup untuk biaya kami sehari-hari,”jelas Suminah.
Tekad Suminah untuk mengubah nasib keluarganya sangatlah kuat. Ia pun tidak pernah absen dalam pertemuan kelompok yang diadakan pendamping PKH didesanya. Berbagai pengetahuan ia peroleh dalam pertemuan tersebut.
Adalah Sabarudin pendamping PKH yang senantiasa memberikan pendampingan kepada Suminah.
Dalam setiap peremuan kelompok Sabarudin selalu menyampaikan bahwa bantuan PKH selain untuk menyekolahkan anak, apabila memiliki sisa bisa digunakan untuk menambah modal usaha.











