Dengan gambaran bahwasanya menganggap adanya ujian dan tantangan dalam hidupnya merupakan kesempatan untuk meningkatkan kualitas pribadinya. Sebagaimana hadits Nabi yang diriwayatkan Sa’d bin Abi Waqash: suatu ketika dia bertanya kepada Rasulullah saw; Hadis tersebut diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dengan matan lengkap sebagai berikut:
Artinya (pengantar): “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berat ujiannya?’ Beliau menjawab, ‘Para nabi, kemudian orang-orang yang semisal dengan mereka, kemudian yang semisal dengan mereka…’” “Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling berat cobaannya?” Nabi menjawab, “Para nabi, kemudian orang-orang yang seperti para nabi, kemudian orang-orang yang seperti mereka. Ketahuilah bahwa Seorang hamba diuji Allah berdasarkan keimanannya.













