Artinya: “Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan yang tetap kekal hanyalah Wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar-Rahman [55]: 26–27).
Pembelajaran dari ayat ini menegaskan bahwa dunia bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana. Kenikmatan, jabatan, keberhasilan, bahkan penderitaan hanyalah fase sementara. Kesadaran akan kefanaan dunia membuat manusia lebih bijak dalam menyikapi ujian: tidak terlalu larut dalam kesedihan saat gagal dan tidak sombong ketika berhasil. Dengan perspektif ini, setiap kondisi hidup dipahami sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah swt.
Ketiga: setiap ujian dan cobaan sebagai sarana peningkatan ketakwaan seseorang kepada Allah swt.; Memandang setiap ujian dan cobaan sebagai sarana peningkatan ketakwaan seseorang kepada Allah swt untuk mencapai peningkatan kualitas pribadi yang baik dalam konteksnya sebagai manusia kamil yakni manusia yang sempurna.













