Sebelum pengumuman ini, diketahui, Trump sudah mengenakan tarif 20 persen untuk produk impor dari China dan 25 persen untuk baja serta aluminium. Pengumuman tarif ini memicu ketidakpastian global dan dapat mengurangi pertumbuhan ekonomi dunia, dengan dampak yang diperkirakan mencapai 1 persen hingga beberapa kwartal mendatang.
Uni Eropa dan Kanada, sebagai mitra dekat AS, sudah menyatakan kesiapan untuk membalas kebijakan Trump. Uni Eropa akan mengenakan tarif sebesar 20 persen, sementara Kanada berencana membela ekonominya. Sementara itu, PM Inggris, Keir Starmer mengungkapkan adanya pembicaraan produktif dengan Trump terkait kebijakan ini.
Presiden RI, Prabowo Subianto, mengakui bahwa, kebijakan tarif impor dari Presiden Trump akan berdampak langsung pada Indonesia. Ia memprediksi sektor-sektor seperti industri tekstil, garmen dan furnitur akan mengalami dampak yang cukup berat.













