Dan tantangan terbesarnya tentu saja bagaimana meyakinkan US Secret Service bahwa Air Force One dapat terbang dengan aman diantara pesawat komersial, saat mereka menghadiri G-20. Dan alhmadulillah, tugas penting ini dapat dijalankan dengan
baik bersama TNI-AU.
Atas kesuksesan pada G-20, Fahmi dipromosikan sebagai Direktur Safety di Airnav Indonesia pada Mei 2023. Tugas berikutnya adalah mempersiapkan Safety Risk Assessment (SRA) pada pengambil-alihan FIR Natuna dari Singapore ke Indonesia.
SRA ini menghitung detail teknis pengalihan pelayanan dari Singapore dan dampaknya bagi Airlines dan keselamatan penerbangan. Tidak boleh ada gangguan ataupun penghentian pelayanan penerbangan sedetikpun. SRA harus disepakati oleh kedua pihak (Indonesia & Singapore) dan akan sangat menentukan Go or No-Go pengambilalihan FIR pada Hari-H.












