Kelima; Seperti diketahu para ulama terdahulu memiliki kebiasaan sangat akrab dengan Al-Qur’an. Mereka rajin membaca, mengkhatamkannya berkali-kali dan tidak lupa merenungkan isi kandungannya. Sebut saja, Imam Hanafi khatam Al-Qur’an 61 kali dalam sebulan Ramadhan. Yaitu satu kali pada siang hari, satu kali pada malam hari, dan satu kali saat salat Tarawih. Hal serupa dilakukan Iman Syafi’i yang mengkhatamkan Al-Qur’an dua kali setiap hari setiap Ramadhan. Demikian juga Aswad, Shalih bin Kisan, Sa’id bin Jubair dan masih banyak lainnya. Sebagian mereka mengkhatamkan Al-Qur’an tiga kali setiap hari, seperti kebiasaan Sulaim bin Atar, seorang Tabi’in yang masyhur.
Masih banyak beberapa dalil lainnya juga menunjukkan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan khusus untuk Al-Qur’an karena Al-Qur’an turun ketika itu. Allah Ta’ala berfirm “Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an.” (QS. Al-Baqarah:185). Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Al-Qur’an itu turun sekali sekaligus di Lauhul Mahfuzh di Baitul ‘Izzah pada malam Lailatul Qadar.













