Oleh: Ahmad Rusdiana, (Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung)*
SELAIN julukan Syahrus Shiyam (bulan berpuasa), Ramadhan juga disebut sebagai Syahrul Qur’an atau Bulan Al-Qur’an. Masih banyak lagi julukan mulia untuk bulan Ramadhan. Ada tiga perbedaan pendapat kapan al-Qur’an diturunkan.Pendapat pertama al-Qur’an turun pada Bulan Rabiul Awal, kedua Bulan Rajab, dan ketiga Bulan Ramadan. Pendapat terakhir populer di kalangan umat Islam dikuatkan dengan ayat al-Qur’an yang menyatakan: “Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an” (al-Baqarah[2]:185). Pada ayat dan surat lain dinyatakan pula: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan (al-Qur’an) pada malam kemuliaan” (QS.al-Qadr[97]:1). Mengambil pendapat populer di atas, setiap Ramadan umat Islam memperingati turunnya al-Qur’an (nuzul al-Qur’an). Peringatan ini merupakan bentuk kesyukuran umat Islam karena telah diberikan “Kitab Petunjuk” untuk meniti jalan keselamatan di dunia dan akhirat. Peringatan ini sekaligus menjadi momentum umat Islam untuk merefleksi kembali bagaimana idealnya berinteraksi dengan al-Qur’an. Hal ini penting karena al-Qur’an yang berbentuk teks ini menjadi poros peradaban umat Islam. Nasr Hamid Abu Zaid menyebutnya sebagai peradaban teks.













