• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Jumat, November 6, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » MENGAKHIRI ERA PARCOK

MENGAKHIRI ERA PARCOK

angel angel by angel angel
6 November 2026
in Ragam
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Oleh: Komaruddin Hidayat

JAKARTA || Bedanews.com – Masyarakat pernah mengenal diksi “Parcok” alias Partai Coklat. Sebuah sindiran keterlibatan polisi yang berpakaian cokelat ke dalam politik praktis. Peran mereka cukup signifikan dalam mempengaruhi pilihan politik untuk mendukung salah satu calon, entah dalam pilkada atau pemilu.

Megaskandal penyadapan yang dilakukan “beberapa oknum” perwira tinggi polri itu memfalidasi bahwa parcok itu memang ada dan memiliki jaringan kuat, termasuk kekuatan finansial.

BeritaTerkait

Singgasana di Atas Ingatan yang Lelah: Kala Kekuasaan Berjalan Tanpa Rem

6 November 2026

Prof. Zudan Apresiasi Progres ATR/BPN: Selangkah Menuju Instansi Ke-361 Terapkan Manajemen Talenta

6 November 2026

Para petinggi polri tulen senang dengan terbongkarnya megaskandal ini, agar peran dan citra Polri menjadi bersih, kembali ke jati diri dan tupoksi yang utama sebagai aparat presiden yang loyal, serta pengayom dan pelindung rakyat. Polri tidak boleh terlibat dalam permainan politik praktis. Polri mesti netral, berdiri di atas semua golongan.

Penyadapan hanya diperboleh jika ada orang-orang yang membahayakan negara, didasarkan data dan alasan rasional. Bukan untuk agenda kepentingan kelompok politik, terlebih jika ada motif sabotase jalannya pemerintahan.

Rakyat tentu penasaran, materi apa yang disadap, atas perintah siapa, dan untuk kepentingan apa. Mungkin sekali tidak semua isinya layak dibuka kepada publik.

Yang pasti rakyat sangat merindukan punya pemerintah yang berintegritas, professional dan benar-benar mengabdi melayani rakyat. Rakyat lelah hampir setiap hari disuguhi berita korupsi, pembakaran hutan, harga kebutuhan pokok kian mahal, lapangan kerja menyempit, nilai rupiah anjlog dan kabinet gemuk namun tidak produktif.

Masa kepresidenan Prabowo tidak lama. Legacy apa yang hendak ditinggalkan dengan kesempatan yg sangat pendek itu dalam usianya yang tidak lagi muda?

Semoga era parcok sudah berakhir, meskipun saya tidak tahu, apa reaksi mereka dengan tindakan tegas Presiden ini? ***

Previous Post

Dorong Kemajuan Pembangunan, Babinsa Kodim Ponorogo Kawal Pembangunan Sekolah di Desa Binaan

Next Post

Singgasana di Atas Ingatan yang Lelah: Kala Kekuasaan Berjalan Tanpa Rem

Related Posts

Ragam

Singgasana di Atas Ingatan yang Lelah: Kala Kekuasaan Berjalan Tanpa Rem

6 November 2026
Ragam

Prof. Zudan Apresiasi Progres ATR/BPN: Selangkah Menuju Instansi Ke-361 Terapkan Manajemen Talenta

6 November 2026
Ragam

Memaknai Gesture dan Suara Joko Widodo di Sidang Pengadilan

6 November 2026
Ragam

BPBD Kapuas Siaga Suplai Air, Tim D Lakukan Pemadaman Karhutla di Basarang Jaya Km 12

5 November 2026
Ragam

Rampas Keuntungan Pembakar Hutan, Pulihkan Kerusakannya

5 November 2026
Ragam

Prof. Zudan: BKN Siap Bantu Penerapan Manajemen Talenta ASN di Banggai Laut dan Banggai Kepulauan

5 November 2026
Next Post

Singgasana di Atas Ingatan yang Lelah: Kala Kekuasaan Berjalan Tanpa Rem

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021