Para pimpinan kampus yang hadir tampak mengangguk setuju. Diskusi tidak berjalan searah; beberapa mahasiswa melontarkan pertanyaan kritis mengenai langkah konkret pemerintah dalam melindungi produk lokal dari gempuran barang impor murah di platform e-commerce.
Kaisar menekankan bahwa regulasi di DPR terus didorong untuk memihak UMKM lokal, tetapi kesiapan mental para pelaku usaha muda di daerah tetap menjadi kunci utama. “Kalau anak muda Islam hanya berhenti di posisi pembeli, kita akan selamanya didikte oleh pemegang modal besar,” tegasnya.
Rangkaian acara akademik tersebut ditutup dengan suasana khidmat. Dr. (C.) K.H.M. Rofik Mualimin, Lc., M.Pd.I., Pengasuh Pesantren Latifah Mubarokiyah Bantul yang akrab disapa Gus Rofik, melangkah ke depan untuk memimpin doa. Dalam untaian doanya, Gus Rofik menyelipkan harapan agar ikhtiar menuntut ilmu dan membangun kemandirian ekonomi ini mendapat keberkahan serta memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.













