Melalui tema Membangun Kemandirian Ekonomi Umat di Era Digital: Dari Konsumen Menjadi Produsen, Dari Pasar Menjadi Penggerak, Kaisar menegaskan pentingnya pergeseran pola pikir. Menurutnya, era digital bukan sekadar tempat menghabiskan uang untuk gaya hidup, melainkan medan pertempuran baru untuk mencetak kemandirian finansial. Kampus berbasis keagamaan seperti STAI Yogyakarta, lanjutnya, harus mampu melahirkan inovator yang mengubah peta kekuatan ekonomi dari akar rumput.
Jalannya diskusi berlangsung hidup di bawah kendali moderator Gufron Masduki, S.H.I., M.H., dosen STAI Yogyakarta. Dengan gaya khasnya yang lugas, Gufron menjembatani gagasan politisi muda PKB tersebut dengan realitas akademik kampus. Isu-isu riil—seperti sulitnya pemodalan usaha mikronya mahasiswa hingga akses teknologi di daerah—terbahas tanpa jarak.













