Dijuluki si Kancil dari Siantar, Belajar di “Universitas Kehidupan”, Adam Malik, lahir pada tanggal 22 Juli 1917, Adam Malik adalah anak seorang pedagang kaya, namun, alih-alih berpangku tangan pada kekayaan orang tua, ia memilih merantau ke Jakarta di usia 20 Tahun. Pendidikan formalnya terhenti di tingkat madrasah karena ia lebih memilih membantu orang tua berdagang.
Namun di perantauan, ia belajar secara autodidak dari seorang pedagang, ia bertransformasi menjadi wartawan militan. Dengan dengan modal nekat dan mesin tik tua, ia bersama rekan-rekannya, ia mendirikan Kantor Berita Antara. Di tangan “Si Kancil”—julukan akrabnya karena kecerdikannya—berita-berita perjuangan Indonesia berhasil menembus barikade informasi penjajah.
*Mencetak Sejarah di Podium PBB*












