Demak tidak boleh terus-menerus diselimuti mitos bahwa kemundurannya melulu karena takdir alam dan rob. Air laut yang naik itu nyata, namun korupsi yang menggerogoti tiang-tiang penahan bencana adalah sebuah kesengajaan yang nyata pula. Menyelamatkan Demak berarti harus berani membersihkan “para tikus” yang berpesta di atas tanah yang sedang tenggelam. ***
*** Penulis adalah:
– Diaspora Demak,
– Dosen STAI Yogyakarta.
– Pengasuh Pesantren Latifah Mubarokiyah Bantul,
– Ketua Harian Paguyuban Keluarga Pasir se-Dunia (PKPD),
– Penasihat Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN).
Page 4 of 4













