Yang tidak kalah penting, Nabi Muhammad saw selalu menjelaskan kekurangan dan kelebihan barang dagangannya dengan jujur kepada para pelanggannya. Mematok harga sesuai dengan nilai komoditasnya dan tidak melakukan perang harga dengan pedagang lainnya. “Janganlah kamu menjual menyaingi penjualan saudaramu” Kata Nabi dalam sebuah hadist riwayat Bukhari. Nabi Muhammad saw juga memiliki prinsip-prinsip manakala menjual barang dagangannya. Diantaranya adalah tidak menipu dalam mendeskripsikan barang dagangannya, tidak bersumpah yang berlebihan, jujur dalam timbangan dan takaran, serta tidak memonopoli komoditas.
Ketiga, melakukan branding dan pelayanan yang baik
Terkait dengan point-point pelayanan, loyalitas, dan kepuasan oleh pelanggan terkait dengan ajaran Islam, Sekecil apapun yang terkait dengan aktifitas perekonomian selalu terkait dengan evaluasi proses dari pelayanan, loyalitas, dan kepuasan. Pelaku ekonomi muslim mengevaluasi aktifitasnya dengan pelajaran dari QS. Az-Zalzalah ayat 7-8. berbunyi:













