Semua ini tentu mencengangkan sekaligus memprihatinkan, karena penilaian tersebut tampaknya tidak merujuk pada kerangka yang semestinya. Idealnya, penilaian semacam itu mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2025–2029, yang hingga kini masih dalam proses penyusunan.
Program 100 hari Pramono-Rano telah berjalan sejak 21 Februari hingga 1 Juni 2025. Program ini dirancang berdasarkan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor e-0001 Tahun 2025. Fokus kegiatan pada percepatan program prioritas melalui prinsip tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat kualitas. Dalam waktu yang sangat singkat, sejumlah capaian konkret telah berhasil direalisasikan.
Penyelesaian substansial di Kampung Bayam menjadi cont oh keberhasilan pendekatan sosial yang manusiawi, di mana warga dilibatkan langsung dalam proses perencanaan dan penyelesaian. Program Sanitasi Prima juga telah diluncurkan guna memperluas akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi layak, termasuk beroperasinya Instalasi Pengolahan Air (IPA) Buaran III.












