“Historis 2014 dan 2019, kita bisa melewati tahun politik dengan baik, ekonomi juga bisa tumbuh positif. Saya pun yakin masyarakat saat ini sudah semakin matang dalam menjalani Pilpres atau Pilkada dan jauh lebih kuat. Indikasinya, mampu melewati pandemi Covid-19 yang jauh lebih berat memberikan tekanan pada kondisi ekonomi nasional dan global,” bebernya.
Sedangkan Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan Statistik Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Priyanto Budi Nugroho mengatakan, yang perlu lebih diwaspadai adalah resiko perlambatan ekonomi global. Sebab OECD memperkirakan ekonomi global akan tumbuh 2,7 persen pada 2023 dan 2,9 persen pada 2024, lebih rendah dari pertumbuhan 2022 sebesar 3,2 persen.
Isu inflasi, kata dia, masih membebani pemulihan ekonomi. OECD memproyeksikan inflasi kawasan akan berada di level 6,6 persen pada 2023 kemudian melandai ke level 4,3 persen pada 2024. Namun, inflasi inti diperkirakan masih persisten tinggi.













