Hal itu diantaranya dipengaruhi belanja pemerintah dan juga pengeluaran kontestan dalam pesta rakyat lima tahunan itu. Karenanya pada Pemilu mendatang, kondisinya tak perlu dikhawatirkan terutama dampaknya terhadap perekonomian.
“Peningkatan biasanya terjadi sejak 1 triwulan sebelum periode Pemilu berlangsung dengan tingginya pengeluaran untuk perlengkapan dan persiapan penyelenggaraan pemilu. Pengeluaran pemerintah tersebut memberikan efek peda sektor ekonomi lain seperti sektor industri dan perdagangan dan sektor lainnya. Jadi Pilpres dan juga Pilkada yang diadakan bersamaan pada 2024 diperkirakan akan berdampak positif dibandingkan dengan dampak negatifnya,” jelasnya.
Erwin pun memprediksi, Pilpres dan Pilkada yang rencananya digelar bersamaan pada tahun 2024 diperkirakan dampak positifnya lebih besar dibandingkan dampak negatifnya. Pasalnya, sambung Erwin akan banyak sektor ekonomi yang tumbuh memanfaatkan momen politik 2024.













