Kemudian, menjadikan RTRI sebagai pemegang hak siar utama (Host Broadcaster) untuk agenda kenegaraan dan nasional merupakan langkah strategis, sehingga negara tetap punya kendali atas narasi publik tanpa bergantung pada media swasta.
Keuntungan lain adalah efisiensi fiskal (mengurangi beban APBN), sekaligus memperkuat “Ketahanan Nasional” di bidang diplomasi melalui informasi.
Menggabungkan TVRI dan RRI dalam satu entitas baru bakal memperkokoh peran komunikasi negara, tanpa kehilangan “corong” bagi kepentingan persatuan dan kesatuan bangsa.
*Sosok Dirut Baru*
Di sisi lain, Dewan Pengawas TVRI harus mampu mencari pengganti Dirut dari sosok yang tidak hanya mengerti soal birokrasi, tetapi juga memiliki DNA Digital Native dan Creative Leader agar TVRI kembali mampu mengulang masa kejayaannya dan menjadi kebanggaan publik.













